Childhood Counseling & Workshop Presentation Deck

Childhood Counseling Deck

1 / 14
Modul Workshop & Presentasi PAUD & AUD Counseling

Layanan Bimbingan & Konseling Anak Usia Dini

Panduan praktis dan interaktif memahami konsep dasar perkembangan anak, strategi edutainment, serta 4 Core Counseling Skills berlandaskan model terapi modern.

Teori Kognitif AUD
4 Core Skills
Dr. David Hawkins 3-Zone
Gunakan panah ← → atau usap layar untuk berpindah slide Bimbingan & Konseling Berbasis Perkembangan
BAGIAN I

Konsep Dasar & Pembelajaran PAUD

Memahami pentingnya layanan bimbingan konseling pada anak usia dini, regulasi emosi, adaptasi lingkungan, serta stimulasi kognitif melalui model pembelajaran yang menyenangkan.

Fondasi Layanan

Peran BK Pada Anak Usia Dini

Regulasi Emosi Sehat

Mengajarkan anak mengelola emosi positif (bernapas dalam, mengambil waktu tenang saat marah, mengungkapkan kata-kata) serta menghormati emosi orang lain.

Mengelola Konflik & Empati

Membantu anak menyelesaikan masalah dengan adil, berbagi mainan, serta peka terhadap isyarat non-verbal (ekspresi wajah dan gestur tubuh).

Adaptasi Lingkungan Baru

Meringankan rasa cemas dan stres saat anak memasuki kelas/sekolah baru melalui pengenalan lingkungan yang aman dan penuh dukungan.

Pendekatan Individual

Mengidentifikasi gaya belajar unik setiap anak (visual, auditori, kinestetik) agar pemberian bimbingan berlangsung efektif dan relevan.

Teori Perkembangan

3 Pilar Kognitif Anak Usia Dini

Jean Piaget

Proses Kognitif Bertahap

  • Asimilasi: Penyatuan informasi baru ke struktur kognitif lama.
  • Akomodasi: Penyusunan ulang struktur kognitif sesuai situasi baru.
  • Equilibrasi: Keseimbangan kognitif yang stabil.

Jerome Bruner

Discovery Learning

Belajar Penemuan di mana anak memahami lingkungan melalui eksperimen, penemuan bebas, dan pengalaman praktis secara langsung tanpa tekanan.

Menekankan eksplorasi bebas dan partisipasi aktif anak.

David Ausubel

Advance Organizers

Memberikan kerangka konseptual awal yang menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan informasi baru agar mudah disimpulkan.

Membuat materi pembelajaran lebih bermakna dan terstruktur.
Metode Pembelajaran

Strategi Kreatif Layanan Informasi

Bermain (Play-Based)

Melalui permainan (seperti petak umpet, Cilukba, atau main peran), anak belajar berbagi hak milik, menyusun aturan bersama, dan mengembangkan daya cipta.

Pendekatan Humor

Humor mencairkan suasana kaku, meredakan ketegangan fisik/otak neocortex, serta mendorong anak mengekspresikan gagasan tanpa takut dihakimi.

Bercerita & Dongeng

Menanamkan nilai moral & etika lewat buku bergambar, papan flanel, boneka tangan, mau pun dramatisasi karakter fabel/cerita rakyat.

Pembelajaran Kooperatif

Pembagian tugas kolaboratif dalam kelompok heterogen memfasilitasi kebiasaan berdiskusi, refleksi bersama, dan menghargai perbedaan.

BAGIAN II

4 Core Counseling Skills

Empat keterampilan inti yang wajib dikuasai oleh konselor/pendidik PAUD untuk mengurai masalah anak, membangun empati, dan mengarahkan solusi.

Kerangka Keterampilan

Ringkasan 4 Skill Utama

1

Pedekate (Rapport)

Formula CCT (Connect, Comfort, Trust) untuk menciptakan kehangatan dan rasa aman.

Fondasi Hubungan
2

Mindful Listening

Prinsip S.U.N (Sabar, Utuh, Netral) serta memisahkan Fakta vs Opini.

Menangkap Isyarat
3

Powerful Questions

Mengarahkan pertanyaan sesuai 3 Zona (Healing, Meaning, Empowering).

Eksplorasi Solusi
4

Speak Positive Vibes

Validasi perasaan, reframing perspektif, serta memotivasi dengan afirmatif.

Afirmasi & Aksi
Skill #1

Building Rapport: Formula CCT

C

1. Connect

Hadir secara utuh (presentness), menyapa nama anak secara hangat, menyejajarkan posisi tubuh (eye-level), serta menunjukkan penerimaan tanpa prasangka.

C

2. Comfort

Menyesuaikan nada suara yang lembut (pacing), gestur terbuka, dan menciptakan rasa aman dari ancaman penghakiman atau teguran langsung.

T

3. Trust & Leading

Setelah rasa percaya terbangun mendalam melalui kalibrasi emosi, konselor secara perlahan mengarahkan (leading) percakapan menuju topik konseling inti.

Skill #2

Mindful Listening & Isyarat Emosi

Prinsip S.U.N

  • S – Sabar Tidak terburu-buru memotong pembicaraan anak atau memberi solusi instan sebelum masalah terurai utuh.
  • U – Utuh Mendengarkan dengan segenap perhatian (pikiran, mata, dan telinga) tanpa terdistraksi gawai atau hal lain.
  • N – Netral Menunda penilaian (non-judgmental) dan tidak memberi label buruk pada emosi anak.

Look, Sound & Feel

Mengamati aspek non-verbal anak untuk menangkap pesan tersirat dan membedakan antara Fakta Obyektif vs Opini/Asumsi:

Look: Ekspresi wajah, tatapan mata, dan gestur fisik.
Sound: Intonasi, kecepatan bicara, dan desah napas.
Feel: Suasana emosi tersirat yang dirasakan konselor.
Tujuan: Membantu anak memisahkan kenyataan objektif dari rasa takut berlebih.
Skill #3 & Landasan Terapi

3 Zona Terapi (Dr. David Hawkins)

Zona Fear

1. Healing Questions

Gali Akar & Validasi Luka Batin

Menghadapi cemas, rasa bersalah, atau takut. Fokus pada merilis emosi terpendam.

“Bagaimana perasaanmu saat kejadian itu terjadi?”
Zona Learning

2. Meaning Questions

Penerimaan & Ambil Hikmah

Mengeksplorasi sumber daya (resource) dan membedakan hal yang bisa diubah vs tidak.

“Apa yang bisa kamu pelajari dari kejadian ini?”
Zona Growth

3. Empowering Questions

Orientasi Solusi & Komitmen

Membimbing anak menyusun langkah nyata sederhana dan membangun komitmen aksi.

“Langkah kecil apa yang siap kamu lakukan besok?”
Panduan Praktis Bertanya

Contoh Model Pertanyaan Konseling

Healing Question Meaning Question Empowering Question
Bisakah kamu ceritakan hal tidak nyaman yang dialami? Apa yang sudah kamu lakukan saat menghadapi hal tersebut? Kalau saya tidak salah menangkap, kamu merasa… benar begitu? (Clarifying)
Bagaimana perasaanmu saat kejadian itu terjadi? Bagaimana hasilnya? Mana yang bisa kamu ubah / tidak mungkin diubah? Terima kasih sudah berbagi. Saya paham ini hal yang tidak mudah buatmu. (Validasi)
Menurutmu, apa dampak dari kejadian ini bagi dirimu? Jika bisa memilih, apa yang ingin kamu lakukan secara berbeda? Siapa orang dewasa yang bisa bantumu saat rasa ini muncul lagi?
Alur Pelaksanaan

4 Tahapan Sesi Konseling Anak

01

Membangun Kedekatan

Menerapkan formula CCT (Connect, Comfort, Trust) melalui observing & pacing suasana emosi anak.

02

Akar Masalah

Mindful listening untuk memisahkan fakta vs opini, lalu mengajukan Healing Questions.

03

Berdamai dng Masalah

Reframing cara pandang dan mengeksplorasi sumber daya internal/eksternal lewat Meaning Questions.

04

Komitmen Aksi

Merumuskan langkah aksi sederhana melalui Empowering Questions & motivasi afirmatif.

Kesehatan Emosi Konselor

Self-Care & Regulasi Diri Konselor

Mindful Breathing (4-4-4)

Olah napas teratur sebelum dan sesudah sesi untuk menjaga ketenangan pikiran, kesadaran netral, dan mencegah limpahan beban emosi anak.

Taking in Good

Secara sadar meresapi momen-momen positif kecil setiap hari guna mengisi kembali energi emosional dan mencegah burnout pekerjaan.

Creating Positive Peak

Menciptakan titik terang positif di tengah hari yang berat melalui aktivitas sederhana, apresiasi diri, dan ritual bersyukur harian.

Terima Kasih!

“Mendengarkan dengan penuh empati dan rasa ingin tahu adalah awal dari proses pemulihan dan pertumbuhan anak.”

Program Bimbingan & Konseling Anak Usia Dini

Workshop Childhood Counseling Akhir Presentasi

Daftar Slide Presentasi